Apel gabungan yang dilaksanakan ini menekankan pergeseran tantangan perlindungan anak dari dunia fisik ke ranah daring.
Darurat Keamanan Ekosistem Digital dan Ancaman Siber
Wakil Bupati (Wabup) HSS, Suriani, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan infrastruktur sosial dan digital yang aman bagi anak. Hal ini krusial untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga tangguh dalam menghadapi transformasi teknologi.
Membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI bertema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, Suriani menegaskan bahwa pemenuhan hak anak harus mencakup perlindungan privasi dan keamanan mereka di dunia maya. Anak-anak yang merupakan digital native sangat rentan terhadap eksploitasi siber.
Ancaman yang Harus Diwaspadai
Gerakan masif digalakkan untuk melindungi anak dari berbagai ancaman modern di ruang siber, yang meliputi:
- Kejahatan Siber & Eksploitasi Digital: Perlindungan dari konten negatif, pencurian data pribadi, hingga eksploitasi berbasis teknologi.
- Cyberbullying (Perundungan Daring): Upaya penghentian segala bentuk diskriminasi dan perundungan di media sosial atau platform permainan daring yang berdampak pada psikologis anak.
- Kekerasan Fisik & Praktik Konvensional: Termasuk penelantaran hak dan pencegahan perkawinan anak yang menghambat potensi mereka.
“Perlindungan dan pemenuhan hak anak di era disrupsi ini adalah investasi terbaik dan paling strategis. Ini adalah langkah fundamental untuk membangun fondasi bangsa yang maju, melek teknologi, dan berkelanjutan,” tegas Suriani.
Literasi Digital Keluarga dan Penyiapan Sumber Daya Manusia Unggul
Efektivitas pendekatan keamanan siber sangat bergantung pada peran keluarga. Suriani menempatkan orang tua sebagai digital navigator yang berperan vital dalam memfilter informasi dan mendampingi anak-anak saat beraktivitas di internet.
Orang tua didorong untuk membekali anak dengan literasi digital, kedisiplinan, serta karakter unggul agar memiliki daya saing global. Selain itu, keluarga diimbau untuk mengarahkan anak menempuh pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.
Pemerintah Kabupaten HSS juga memotivasi generasi muda untuk berani mendaftar ke sekolah kedinasan. Lulusan yang berkarakter dan adaptif terhadap teknologi diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di berbagai sektor pemerintahan dan membawa inovasi bagi daerah.
Mencetak Generasi Berkarakter di Era Algoritma
Wabup HSS mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak Indonesia, khususnya di Hulu Sungai Selatan. Tantangan membesarkan anak di era algoritma memang berat, namun dengan sinergi antara pemerintah, keluarga, dan pemanfaatan teknologi pendidikan yang tepat, cita-cita melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas, berakhlak mulia, dan kompetitif secara global dapat terwujud.


