HARIANEXPRESS, WUHAN – GigaAI akan meluncurkan robot humanoid SeeLight S1 untuk rumah tangga di Tiongkok pada Juni 2027, dengan uji coba gratis di Wuhan mulai semester pertama tahun yang sama. (07/06/2026)
GigaAI, startup yang didukung oleh divisi investasi Huawei, telah memperkenalkan SeeLight S1 sebagai robot serbaguna pertama yang ditujukan untuk rumah tangga. Robot berkaki roda dengan dua lengan ini dirancang untuk melakukan berbagai tugas domestik, termasuk memotong sayuran, menggoreng telur, dan mengoperasikan mesin cuci.
Perusahaan berencana menempatkan 100 unit uji coba awal di rumah karyawan pada akhir Mei 2026. Selanjutnya, uji coba gratis akan dilakukan di Wuhan pada semester pertama 2027, dengan prioritas bagi keluarga yang memiliki lansia, anak-anak, atau hewan peliharaan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Tiongkok untuk meningkatkan otomatisasi dan memenuhi kebutuhan populasi yang menua secara nasional. Peluncuran ritel SeeLight S1 diharapkan pada Juni 2027 dengan perkiraan harga sekitar US$15.000.
Dalam beberapa demonstrasi, robot SeeLight S1 menunjukkan kemampuan untuk memasak, membersihkan, dan melipat pakaian, meskipun kinerjanya masih perlu ditingkatkan. Seorang pengulas dari TechRadar, Lance Ulanoff, mencatat bahwa robot tersebut menghasilkan telur orak-arik yang kurang sempurna dan melipat pakaian dengan cara yang tidak meyakinkan.
Tantangan serupa juga terlihat pada robot humanoid lain, Quanta X1 Pro, yang diuji coba di Shenzhen oleh X Square Robot. Dalam layanan pembersihan rumah berbayar, Quanta X1 Pro hanya mampu mengerjakan tugas sederhana secara lambat dan sering membutuhkan bantuan manusia.
Lingkungan rumah yang tidak terstruktur dan beragam menjadi tantangan signifikan bagi robot, sehingga sulit bagi sistem dua tangan untuk beroperasi andal. Pengembangan robot humanoid menghadapi kendala besar dalam pengumpulan data pelatihan yang cukup untuk AI terwujud (embodied AI).
“Manusia masih lebih baik dalam membersihkan,” ujar Aunty Tan, seorang petugas kebersihan yang bekerja bersama robot Quanta X1 Pro di Shenzhen. Ia menambahkan, “Lihatlah robot itu, apa yang benar-benar dilakukannya?”
Georg Stieler, kepala robotika dan otomasi di Stieler Technology & Market Advisory, menekankan pentingnya pengembangan cepat. “Jika tidak, investor mungkin akan menjadi skeptis,” ujarnya.
Meskipun demikian, pasar robot rumah tangga global diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen setiap tahun hingga 2027, didorong oleh kebutuhan seperti robot penyedot debu. Robot yang mampu melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tanpa pengawasan penuh diperkirakan masih membutuhkan setidaknya satu dekade lagi untuk menjadi kenyataan.
Upaya untuk mengatasi kendala data sedang dilakukan oleh perusahaan seperti X Square Robot di Shenzhen dan OneRobotics. Mereka secara aktif mengumpulkan data dari lingkungan rumah nyata untuk melatih dan meningkatkan kemampuan embodied AI pada robot.



